This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

kkkkkkkk

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

JJJJJJJJJJ

JHKHLL

Kamis, 11 April 2019

MATERI EKONOMI BAB 1 SEM 1 KONSEP DASAR ILMU EKONOMI

Bab 1
KONSEP DASAR ILMU EKONOMI
A.             Pengertian Ilmu Ekonomi
        Kata ekonomi barasal dari bahasa Yunani yaitu oikonomia yang berasal dari kata oikos yang berarti Rumah tangga dan nomos yang berarti peraturan atau aturan. Jadi oikonomia adalah aturan masyarakat sebagai hukum kodrat yang menetapkan rumah tangga yang baik. Pemikiran Yunani tentang ekonomi dikembangkan para ahli untuk mendefinisikan ilmu ekonomi antara lain :
a.       Adam Smith “ekonomi adalah penyelidikan tentang keadaan dan sebab adanya kekayaan Negara.”
b.      J.B. say “ekonomi sebagai suatu kajian tentang peraturan yang bisa menentukan kekayaan.”
c.       J.S. Mill “ekonomi adalah praktis tentang produksi dan distribusi kekayaan.”
d.      Penson “ekonomi adalah ilmu kesejahteraan material.”
e.       N. Gregory Mankiw “ekonomi adalah study tentang cara masyarakat mengelola sumber-sumber daya langka.”
B.     Inti Masalah Ekonomi
       Inti masalah ekonomi adalah kelangkaan. Kelangkaan (scarcity) adalah kondisi di mana manusia memiliki sumber daya ekonomi yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan yang tak terbatas. Terdapat dua hal yang perlu diperhatikan disini. Pertama adalah sumber daya ekonomi bersifat terbatas dan yang kedua adalah pemenuhan kebutuhan memerlukan sumber daya ekonomi yang tidak terbatas. Kelangkaan semakin nyata ketika kita ingin memanfaatkan sumber daya ekonomi, seperti sumber daya alam, tenaga kerja, modal, dan keterampilan kewirausahaan. Jika kita ingin menggunakan suatu barang lebih dari ketersediaan yang ada, maka barang tersebut menjadi langka.
       Kelangkaan dapat disebabkan oleh beberapa hal,antara lain adalah sebagai berikut.
1)      Keterbatasan benda pemenuhan kebutuhan di alam. Tidak semua sumber daya alam yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia dapat segera diperbarui, sehingga lama-kelamaan jumlahnya menjadi sangat terbatas.
2)      Kerusakan sumber daya alam akibat ulah manusia.
3)      Keterbatasan kemampuan manusia mengolah sumber daya ekonomi yang ada. Disebabkan oleh rendahnya penguasaan teknologi dan kurangnya modal.
4)      Peningkatan kebutuhan yang lebih cepat dibandingkan penyediaan sarana pemenuhan kebutuhan.
C.    Menentukan Pilihan yang Tepat
Keinginan yang tidak terbatas dan sumber daya yang terbatas tersebut membuat orang harus memilih dengan bijak keinginan atau kebutuhan mana yang harus mereka penuhi di antara berbagai keinginan atau kebutuhan yang ada. 

  1. Dalam menentukan pilihan, ada beberapa hal yang perlu kita laukan. Di antaranya adalah sebagai berikut.Analisis biaya peluang. Biaya peluang adalah nilai barang atau jasa yang dikorbankan karena memilih alternatif tindakan.
  2. Analisis biaya manfaat. Analisis biaya manfaat adalah suatu teknik yang digunakan untuk membandingkan berbagai biaya dengan manfaat yang diharapkan.
  3. Mengidentifikasi faktor pendorong ekonomi.
  4. Menyadari trade off. Trade off adalah situasi ketika seseorang harus membuat keputusan untuk memilih suatu hal dengan mengorbankan hal lain dengan alasan ekonomis.
  5. Berpegang pada prinsip ekonomi. Prinsip ekonomi adalah prinsip tindakan dengan pengorbanan tertentu untuk mendapatkan hasil sebesar-besarnya, atau tindakan dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk mendapatkan hasil tertentu.
Dalam kegiatan konsumsi, ada beberapa prinsip yang mendasari pilihan konsumen. Prinsip tersebut anara lain.

  1. Pendapatan yang terbatas mengharuskan pemilihan. Oeh karena penghasilan kita terbatas, maka kita harus memilih barang apa yang akan dan tidak akan kita beli.
  2. Konsumen membuat keputusan dengan mempertimbangkan alternatif. Jika biaya dua produk sama, konsumen akan memilih produk dengan manfaat terbesar. Sebaliknya, jika dua produk memiliki manfaat yang sama, konsumen akan memilih produk dengan harga termurah.
  3. Konsumen harus membuat keputusan tanpa informasi sempurna, tetapi pengetahuan dan pengalaman akan membantu.
  4. Terjadinya hukum nilai guna menjual, yaitu ketika jumlah konsumsi meningkat, nilai guna marjinal yang didapat dari mengonsumsi unit tambahan mula-mula meningkat sampai pada titik tertentu dan akhirnya menurun.
D.    Skala Prioritas Dan Pengolahan Keuangan
1.      Skala Prioritas.
Skala Prioritas adalah urutan pemenuhan kebutuhan berdasarkan tingkat kepentingan.
             Berikut adalah prioritas kebutuhan manusia.








 

          Prioritas I        ==>                    Prioritas II             ==>           Prioritas III
          Kebutuhan Primer                 Kebutuhan  Sekunder                   KebutuhanTersier
          Kebutuhan Sekunder            Kebutuhan Masa Depan
Pengolahan Keuangan.
Langkah-langkah yang dapat kita lakukan da`lam mengelola keuangan antara lain:
-          Membuat pembukuan keuangan
-          Memonitor dan mengevaluasi keuangan secara berkala
-          Membiasakan diri sejak dini untuk menabung.
E.     Kebutuhan dan Alat Pemenuhan Kebutuhan
1.      Kebutuhan tak terbatas
Kebutuhan adalah segala sesuatu yang diperlukan manusia untuk mencapai kemakmuran diperlukan keberadaan alat pemuas kebutuhan.
Ada beberapa jenis kebutuhan antara lain :
       a.       Berdasarkan tingkat intensitas, dibedakan menjadi 3 yaitu:
1.  Kebutuhan Primer, yaitu kebutuhan manusia yang harus dipenuhi untuk melangsungkan hidupnya, contoh kebutuhan makan, minum dan tempat tinggal.
2.      Kebutuhan Sekunder, yaitu kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan primer terpenuhi, contoh motor.
3.      Kebutuhan Tersier, yaitu kebutuhan yang bersifat mewah, contoh perhiasan.
b.      Kebutuhan berdasarkan waktu pemenuhannya, dibedakan menjadi 2 yaitu :
1.      Kebutuhan sekarang, yaitu kebutuhan yang tidak dapat di tunda pemenuhannya dan harus dilakukan saat ini.
Contohnya orang sakit harus segera berobat.
2.    Kebutuhan masa depan, yaitu kebutuhan yang dirancang atau direncanakan untuk terpenuhi dimasa depan.
Contoh orang tua menabung untuk asuransi anaknya.
c.       Kebutuhan berdasarkan sifat pemenuhannya, dibedakan menjadi 2 yaitu :
1.      Kebutuhan jasmani, yaitu kebutuhan yang berkaitan dengan masalah kesehatan. Contoh olahraga, istirahat yang cukup dll.
2.      Kebutuhan rohani, yaitu kebutuhan yang berkaitan dengan kejiwaan.
Contoh beribadah, rekreasi dll.
d.      Kebutuhan berdasarkan subjek, dibedakan menjadi 2 yaitu :
1.      Kebutuhan individu, yaitu kebutuhan untuk perseorangan.
Contoh seorang pelajar membutuhkan buku, bolpoint dll.
2.      Kebutuhan bersama, yaitu kebutuhan untuk kepentingan bersama.
Contoh rumah sakit, jalan dll.
 2. Barang dan Jasa Sebagai Alat Pemenuhan Kebutuhan
 Barang adalah alat pemenuhan kebutuhan manusia yang mempunyai bentuk fisik.                   Sedangkan jasa adalah alat pemuas kebutuhan yang tidak berbentuk tetapi dapat  dirasakan manfaatnya.
a.       Jenis Barang
1)      Berdasarkan cara memperoleh, dibedakan menjadi 2 yaitu :
a.       Barang ekonomi adalah barang yang didapat dengan mengorbankan sesuatu. Contoh computer dan sepatu.
b.      Barang non ekonomi adalah barang yang didapat tanpa pengorbanan. Contoh sinar matahari.
2)      Berdasarkan kepentingan, dibedakan menjadi 4 yaitu :
a.       Barang inferior adalah barang yang pemakaiannya disesuaikan dengan pendapatan.
b.      Barang esensial adalah barang yang sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dan tidak dipengaruhi oleh tingkat pendapatan.
c.       Barang normal adalah barang yang permintaannya bertambah saat pendapatan meningkat.
d.      Barang mewah adalah barang yang harganya mahal dan dapat meningkatkan status.
3)      Berdasarkan cara penggunaan, dibedakan menjadi 2 yaitu ;
a.       Barang pribadi adalah barang yang digunakan oleh individu.
b.      Barang publik adalah barang yang digunakan oleh orang banyak.
4)      Berdasarkan hubungan pemakaian, dibedakan menjadi 2 yaitu :
a.       Barang subtitusi adalah barang yang dapat menggantikan barang lain.
b.      Barang komplementer adalah barang yang kegunaannya akan betambah jika digunakan bersama barang yang lain.
5)      Berdasarkan proses pengolahan, dibedakan menjadi 3 yaitu :
a.       Barang mentah adalah barang yang belum mengalami pengolahan.
b.      Barang setengah jadi adalah barang yang telah diolah tetapi belum siap pakai.
c.       Barang jadi adalah barang yang sudah diproses sehingga siap pakai.
6)      Berdasarkan bentuk dan sifat, dibedakan menjadi 2 yaitu :
a.       Barang tetap adalah barang yang bersifat tetap dan tahan lama.
b.      Barang bergerak adalah barang yang bersifat tidak tetap.
b. Kegunaan Suatu Barang
1) Kegunaan bentuk adalah kegunaan yang muncul setelah suatu barang dibentuk.
2) Kegunaan tempat adalah kegunaan yang muncul setelah suatu barang dipindah  
     tempat.
3) Kegunaan waktu adalah kegunaan yang muncul ketika digunakan tepat waktu.
4) Kegunaan milik adalah kegunaan yang muncul ketika barang tersebut sudah
    dimiliki.

F.      Memanfaatkan Biaya Peluang.
Biaya Peluang adalah segala sesuatu yang dikorbankan untuk mendapat sesuatu. Biaya peluang sering disebut “Opportunity Cost”.

  1. Biaya Peluang adalah segala sesuatu yang harus anda korbankan untuk memperoleh     sesuatu (Mankiw 2011) “Menurut N. Gregory Mankiw”.
  2. Biaya Peluang adalah biaya dari penggunaan sumber daya ekonomi untuk tujuan tertentu, diukur dalam ukuran keuntungan yang tidak jadi di dapat karena tidak memilih alternatife itu dibandingkan dengan komoditas yang didapat sebagai gantinya karena memilih suatu alternative. (Ekelund Ressler dan tollison, 2006) “Menurut Robert B Ekelund dan Robert D. Tollison”.
  3. Keputusan mengandung biaya peluang , karena memilih satu hal dalam dunia kelangkaan berarti menyerahkan sesuatu yang lain. Biaya peluang adalah nilai barang atau jasa yang paling berharga yang hilang (Samuelson dan Nordhaus, 2009) “Menurut Paul A Samuelson dan William D. Nordhaus”.
G.    Prinsip dan Motif Ekonomi
Prinsip ekonomi menurut”Mankiw” adalah dasar berpikir yang digunakan manusia untuk memaksimumkan suatu tujuan melalui pengorbanan tertentu, atau untuk mencapai tujuan tertentu dengan pengorbanan sekecil mungkin (Mankiw, 2011).
*Menurut Penerapan Prinsip Ekonomi :
a). Hasil yang diperoleh semaksimal mungkin.
b). Kemampuan, alat, dan modal yang digunakan secukupnya.
c). Resiko kerugian diperkecil.
*Tujuan Prinsip Ekonomi :
a). Konsumen  menjadi lebih terarah, rasional, dan cermat dalam kegiatan ekonomi.
b). Konsumen memperoleh kepuasan semaksimal mungkin dengan pengorbanan sekecil-
     kecilnya.
c). Produsen bertindak lebih rasional dan tepat.
d). Distribusi akan lebih rasionlal dan tepat.

* Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan oleh Konsumen:

  • Menentukan skala prioritas kebutuhan dalam kurun waktu tertentu dengan memper-
             timbangkan jumlah uang yang dimiliki.

  • Memilih barang dan jasa yang memiliki kualitas yang terbaik dengan harga yang                
     murah dan terjangkau.

  • Berusaha untuk memperoleh barang dan jasa yang dibutuhkan dengan harga yang
     murah.

MOTIF EKONOMI
        Motif ekonomi merupakan dorongan yangt berasal dalam diri yang mampu membuat orang melakukan kegiatan ekonomi. Motif Ekonomi dibagi atas tiga bagian:
1)      Motif Kegiatan Produksi
Hal terbanyak yang mendorong adalah Motif ekonomi (imbalan materi) dan adapula motif non ekonomi (imbalan non materi).
2)      Motif Kegiatan Konsumsi
Yang mendorong kegiatan ekonomi adalah Motif non ekonomi agar dapat bertahan  hidup, diterima dengan baik dimasyarakat, dan status sosial naik di mata masyarakat.
3)      Motif Kegiatan Distribusi
Motif Distributor menyampaikan barang/jasa dari produsen ke konsumen  untuk mem- peroleh  laba sebesar-besarnya. Tapi tidak untuk semua distributor. Contoh: suatu koperasi membeli pupuk dan pupuk dijual ke petani dengan harga murah / dicicil.
H.    Pembagian Ilmu Ekonomi (P.19)
Menurut Stoner dan Hague (Mankiw,2011) berdasarkan subjeknya, Ekonomi dikelompokkan menjadi Ekonomi deskriptif, teori Ekonomi, dan Ekonomi terapan.
Ekonomi deskriptif mengumpulkan informasi-informasi factual mengenai masalah Ekonomi. Dengan kegiatan ini, kita memperoleh sejumlah pengetahuan tentang fakta-fakta atau data empiris yang ada.
Teori Ekonomi adalah bagian dari Ilmu Ekonomi yang bertugas menerangkan hubungan antara peristiwa–peristiwa ekonomi dan merumuskan hubungan-hubungan tersebut dalam suatu hukum atau teori ekonomi. Teori Ekonomi terbagi atas Ekonomi Makro dan Ekonomi Mikro. Ekonomi Makro adalah bagian dari ilmu ekonomi yang khusus mempelajari mekanisme kerja perekonomia secara keseluruhan. Ekonomi Mikro mempelajari perilaku individu, rumah tangga konsumen dan rumah tangga produksi atau perusahaan dalam membuat keputusan untuk mengalokasikan sumber daya yang terbatas.
Ekonomi Terapan merupakan Cabang Ilmu Ekonomi yang menggunakan hasil kajian teori ekonomi untuk menjelaskan fakta-fakta yang dikumpulkan ekonomi deskriptif sebagai solusi bagi masalah-masalah praktis. Yang termasuk kelompok ekonomi Terapan adalah Ekonomi industry , ekonomi manajerial dan ekonomi pertanian.
Ilmu Ekonomi dapat dibagi menjadi 8 Cabang Ilmu Ekonomi (Napirin,2011) P:20
a). Ilmu Ekonomi Moneter adalah Cabang Ilmu Ekonomi yang menbahas tentang  uang,perbankan, dan lembaga keuangan lainnya.
b). Ilmu Ekonomi Publik adalah Cabang Ilmu Ekonomi yang membahas tentang kebijakan pemerintah dalam perekonomian.
c).  Ilmu Ekonmi Industri adalah Cabang Ilmu Ekonomi yang memfokuskan pembahasan pada interaksi berbagai perusahaan didalam suatu industri.
d). Ilmu Ekonomi internasional adalah Cabang Ilmu Ekonomi yang membahas tentang kegiatan perekonomian antar bangsa atau antar Negara.
e). Ilmu Ekonomi Regional adalah Cabang Ilmu Ekonomi yang antara lain membahas tentang interaksi ekonomi antarwilayah dan proses perkembangan suatu wilayah.
f). Ilmu Ekonomi Sumber Daya Alam adalah Cabang Ilmu Ekonomi yang membahas masalah dan alokasi Sumber Daya Alam yang optimal menurut ekonomi.
g). Ilmu Ekonomi Sumber Daya Manusia adalah Cabang Ilmu Ekonomi ang membahas faktor produksi tenaga kerja.
h).  Ilmu Ekonomi Syari’ah bertujuan untuk menerapkan ekonomi islam.
I.       Ekonomi Syariah ( P:23)
M.A. Mannan mendefinisikan ilmu ekonomi syariah sebagai suatu ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang diilhami oleh nilai-nilai islam. Sedangkan , Muhammad Amin Suma mendefinisikan ekonomi syariah sebagai Ilmu yang membahas perihal ekonomi dari berbagai sudut pandang keislaman,terutama dari aspek hukum atau syariah ( Muslimin, 2016). Sehingga dapat disimpulkan bahwa aturan yang berlaku dalam ekonomi syariah merupakan refleksi dari ajaran dan nlai-nilai islam , baik dalam berekonomi  maupun beribadah. Meskipun demikian, ekonomi syariah tidak hanya ditujukan untuk orang-orang muslim.
* Ciri-ciri Sistem Ekonomi Syariah
   5 hal yang membentuk sistem ekonomi syariah menurut Nagui dalam Mubarok (2016)
  1. Kepemilikan faktor-faktor produksi. Kepemilikan perorangan atas faktor-faktor produksi berlaku, namun pemanfaatannya harus sesuai kehendak pemberi amanah yaitu Allah SWT.
  2. Sistem Rangsangan. Rangsangan Spiritual dan Moral bekerja dalam system ekonomi syariah. Kualitas akhlak seseorang menjadi penting dan masyarakat harus mendorongnya.
  3. Alokasi Sumber Daya. Negara turut campur tangan dalam mengendalikan kerakusan individu sehingga kesejahteraan social dapat ditingkatkan secara maksimal, baik langsung atau tidak  langsung. Kontrol langsung misalnya kebijakan distribusi pendapatan. Kontrol tidak lanngsung misalnya kebijakan pajak dan pengeluaran pemerinth.
  4. Jaminan Sosial dan Program Penanggulangannya Kemiskinan. Keadilan sosial sangat penting sehingga Negara dapat mengambil kebijakan pemerataan manfaat antar individu. Hal ini berarti penurunan tingkat pendapatan golongan atas dan meningkatkan pendapatan golongan bawah.
  5. Penghapusan Riba dan Implementasi Zakat. Penghapusan riba tidak semata-mata menggantikan bunga dengan bagi hasil saja namun juga membentuk perekonomian yang berorientasi kesejahteraan. Mengenai Zakat, zakat adalah sebuah instrument kebijakan sah yang bertujuan mendistribusikan kekayaan kepada kelompok fakir miskin. Jika hasil pemungutan tidak mencukupi maka pajak lain dapat dan harus dipungut.
          
* Prinsip-Prinsip Umum Ekonomi Syariah ( P.24) menurut Prof. Dr. H. Juhaya S. Pradja (2012)
  1. Hutan, Air, dan Udara dengan segala isinya adalah milik Allah SWT. Dan tidak boleh dimiliki individu.
  2.  Negara adalah wakil Allah SWT. di bumi yang mempunyai otoritas mengatur dan  mengelok hutan, , air dan udara dengan segala isinya untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat.
  3.  Negara menjamin pertumbuhan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat secara  jasmani dan rohani (syariah).
  4. Negara menjamin kebebasan selama pasar bekrja sesuai dengan garis ketentuan yang ditetapkan Allah SWT. yaitu keadilan, keseimbangan, dan kemanusiaan.
  5.  Setiap orang bebas melakukan transaksi dengan siapapun untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan Allah serta hukum dan peraturan yang ditetapkan negara.    
* Perbankan Syariah ( P:24 )
             Undang-undang no. 21 tahun 2008 menyebutkan perbankan syariah adalah segala  sesuatu yang menyangkut tentang bank syariah dan unit usaha syariah, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya. Bank Syariah tidak mengenal system bunga, baik bunga yang diperoleh dari nasabah yang meminjam uang atau bunga yang dibayarkan ke penyimpanan dana.
            Investor yang menempatkan dananya di bank syariah akan mendapatkan imbalan dalam bentuk bagi hasil atau bentuk lain yangt disahkan dalam syariah islam. Begitu pula dengan pihak yang membutuhkan dana, mereka akan memperoleh penyaluran dana dari bank syariah dalam akad jual beli dan kerja sama usaha. Imbalan bank syariah diproleh dari margin keuntungan dalam bentuk bagi hasil dan atau bentuk lain. Sesuai syariah islam imbalan yang diterima bank maupun yang dibayarkan pada nasabah tergantung pada perjanjian antara nasabah dan bank dan harus sesuai dengan syariah islam.
*Fungsi Bank Syariah
  • ·         Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk ttipan dan investasi.
  • ·      Menyalurkan dana kepada pihak lain yang membutuhkan dalam bentuk jual beli maupun kerja sama usaha.
  •            Memberikan pelayanan dalam bentuk jasa perbankan syariah.

MATERI SOSIOLOGI BAB 5 SEM 2 PENGUMPULAN DATA DALAM PENELITIAN

BAB 5 
PENGUMPULAN DATA DALAM PENELITIAN

Ciri-ciri Penelitian dan Fungsinya
Ciri-ciri penelitian ilmiah sebagai berikut.
  1. Penelitian ilmiah dilakukan melalui prosedur sistematis, yaitu dengan menggunakan pembuktian yang meyakinkan berupa fakta yang diperoleh secara objektif. b. Penelitian ilmiah merupakan suatu proses yang berjalan terus-menerus sehingga hasil suatu penelitian selalu dapat disempurnakan atau dilanjutkan lagi oleh peneliti lain.
Fungsi penelitian ilmiah sebagai berikut.
  1. Fungsi verifikatifatau pengujianadalah fungsi penelitian ilmiah untuk menguji kebenaran suatu pengetahuan yang sudah ada.
  2. Fungsi eksploratifatau penjajaganadalah fungsi penelitian ilmiah untuk menemukan sesuatu yang belum ada atau mengisi kekosongan dan kekurangan ilmu.
  3. Fungsi developmen tatau pengembangan adalah fungsi penelitian ilmiah untuk mengembangkan pengetahuan yang sudah ada. Berdasarkan tempat pengumpulan data, penelitian ilmiah dapat dilakukan di laboratorium, perpustakaan, dan lapangan.
Berdasarkan tingkat analisis yang direncanakan peneliti untuk data yang hendak dikumpulkan, penelitian ilmiah dapat dikelompokkan sebagai berikut.
  1. Penelitian deskriptifadalah penelitian yang berupaya menyajikan rincian lebih lanjut dari informasi yang ada. Dalam penelitian deskriptif, pertanyaan dimulai dengan kata tanya: bagaimana.
    b. Penelitian eksploratifadalah penelitian yang berupaya mendapatkan informasi mendasar tentang permasalahan atau keadaan yang jarang atau belum pernah diteliti. Peneliti merencanakan penelitiannya tanpa merumuskan hipotesis secara khusus. Dalam penelitian ini, pertanyaan sering dimulai dengan kata tanya: apa.
  2. Penelitian prediksiadalah penelitian ilmiah yang berupaya menggambarkan atau menjelaskan apa yang mungkin terjadi di masa mendatang.
  3. Penelitian eksplanasiadalah penelitian ilmiah yan berupaya menganalisis hubungan antarvariabel yang diteliti. Penelitian eksplanasi memiliki
    hipotesis dan dirancang untuk menjelaskan mengapa suatu peristiwa terjadi. Pertanyaan peneliti sering dimulai dengan kata tanya: mengapa.
Objek Penelitian
Objek penelitian sosiologi adalah masyarakat dilihat dari sudut hubungan antarmanusia dan proses yang timbul akibat hubungan manusia di dalam masyarakat. Penelitian sosiologi dapat dilakukan dengan metode historis, metode komparatif (perbandingan), metode statistik, metode sosiometri, dan studi kasus. Metode sosiometri digunakan untuk menggambarkan dan menganalisis hubungan antarmanusia dalam masyarakat secara kuantitatif.
Pada tahap perencanaan pembangunan, hasil penelitian sosiologi diperlukan, antara lain untuk menentukan hal-hal sebagai berikut.
  1. Kelompok sosial yang menjadi bagian masyarakat.
  2. Lembaga sosial dan pelapisan sosial untuk mengetahui macam dan aspeknya.
  3. Pola interaksi sosial untuk menciptakan suasana yang mendukung pembangunan.
  4. Kebudayaan untuk mengetahui hal-hal yang berintikan nilai.
Pada tahap penerapan atau pelaksanaan pembangunan, hasil penelitian sosiologi diperlukan untuk hal-hal sebagai berikut.
  1. Mengidentifikasi kekuatan sosial di masyarakat.
  2. Mengetahui perubahan sosial yang terjadi di masyarakat penyebab dan aspeknya.
Jenis-jenis Penelitian
  • Dilihat dari tujuan
  1. Basic Research/penelitian dasar Yaitu penelitian murni untuk mengembangkan dan memperdalam suatu ilmu pengetahuan
  1. Applied Research/penelitian terapan. Dilakukan untuk mengumpulkan informasi dan membantu memecahkan suatu persoalan dalam kehidupan sehari-hari dan diarahkan untuk penggunaan secara praktis dalam kehidupan
  • Berdasarkan metode yang digunakan
  1. Penelitian Historik Yaitu penelitian yang berusaha mengkaji peristiwa yang telah terjadi di masa lalu. Mengkaji peristiwa-peristiwa bersejarah
  1. Penelitian Survei Yaitu penelitian yang bertujuan untuk memperoleh informasi dari berbagai individu/kelompok dengan cara angket, wawancara, atau mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpul data.
  1. Penelitian eksperimen adalah penelitian yang memanipulasi (mengatur, merekayasa) situasi alamiah menjadi situasi buatan sesuai dengan tjuan penelitian
  • Ditinjau dari Bidang Ilmu
  1. Penelitian Bidang Alam (eksakta). Misalnya penelitian mengenai biologi (manfaat tanaman obat, penemuan bibit tanaman unggul), pemenfaatan energy matahari, dan lain-lain.
  1. Penelitian Bidang sosial dan humaniora. Misalnya penelitian mengenai pendidikan, ekonomi, sosial budaya, politik, etnografi, dan sebagainya.
  • Ditinjau dari Pendekatan
  1. Pendekatan bujur (Longitudinal) yaitu pendekatan penelitian dengan waktu lama terhadap subyek yang sama
  1. Pendekatan silang (Cross-section) yaitu pendekatan dengan waktu pendek terhadap subyek yang bereda
  • Ditinjau dari Tempat
  1. Penelitian Laboraturium. Dilakukan di tempat khusus, menggunakan alat untuk melakukan percobaan. Contoh. Penelitian mengenai suatu penyakit
  2. Penelitian Lapangan. Dilakukan pada kehidupan yang sebenarnya. Contoh. Penelitian mengenai tawuran pelajar, kehidupan seorang buruh pabrik.
  3. Penelitian Perpustakaan. Penelitian ini bertujuan mengumpulkan data dari informasi dengan bantuan berbagai meteri yang ada di pustaka. Contoh. Majalah, buku, Koran, naskah, dokumen, kisah sejarah
  • Dilihat dari wujud data
  1. Berdasarkan cara perolehannya. Data primer (didapat dari sumber pertama, misal dari wawancara) dan Data sekunder (dari sumber kedua, misal data monografi desa)
  2. Berdasarkan sifatnya: Data kuantitatif (data dinyatakan dalam angka) dan Data kualitatif (data yang dinyatakan dalam bentuk deskripsi)
  3. Berdasarkan sumber yang diperoleh : Data intern (dikumpulkan oleh dan untuk keperluan sendiri) dan Data ekstern (data dikumpulkan oleh orang lain)
  • Ditinjau dari cara pembahasannya
  1. Penelitian deskriptif Yaitu melukiskan, memaparkan, menuliskan, dan melaporkan suatu keadaan, objek atau peristiwa secara apa adanya
  2. Penelitian inferensial/eksplanasi Yaitu melukisakan peristiwa dan menarik kesimpulan umum dari masalah
Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian adalah pokok-pokok perencanaan dari keseluruhan kegiatan penelitian dalam suatu naskah. Rancangan penelitian menggambarkan seluruh aktivitas penelitian
Hal yang perlu dilakukan yaitu:
  1. Menentukan topik penelitian
  2. Penentuan fokus dari topik yang merupakan tahap awal. Hal yang perlu diperhatikan adalah:
  3. Menarik dan perlu diteliti
  4. Data mudah didapat, diperoleh, dan dijangkau
  5. Hasil penelitian dapat bermanfaat
  6. Segi subyektif peneliti sendiri, kesanggupan untuk meneliti
  7. Penguasaan metode
  8. Merumuskan judul penelitian
Fungsinya adalah menunjukan kepada pembaca mengenai inti dari penelitian. Judul yang baik mencerminkan jenis penelitian, subyek penelitian (siapa yang diteliti untuk menentukan unit sampel), obyek peneliti (untuk menggambarkan variabek yang diteliti), lokasi penelitian dan waktu penelitian.
Pendahuluan
Bertujuan untuk:
  • Peneliti tidak mengulangi hasil penelitian orang lain
  • Mengetahui dengan pasti siapa yang akan diteliti
  • Mengetahui dari mana sumber data dan informasi diperoleh
  • Memahami bagaimana cara memperoleh data
  • Dapat menentukan metode yang tepat
  • Memahami bagaimana cara menarik kesimpulan dan memanfaatkan hasil penelitian
Rumusan Masalah
Rumusan masalah bisa terdapat satu variable atau dua variable.
Hal-hal yang perlu dijadikan pedoman penulisan rumusan masalah adalah:
  • Ditulis dalam bentuk kalimat Tanya
  • Dinyataan dalam kalimat sederhana
  • Dalam beberapa jenis penelitian, dapat dipakai untuk dasar penyususnan hipotesis
  • Tidak mempersulit pencarian data
  • Harus direfleksikan dengan judul
  • Ditulis ringkas, jelas, dan padat
Tujuan Penelitian
Isinya adalah merumuskan rumusan masalah dalam bentuk kalimat pernyataan. Biasanya ingin mengetahui jawaban dari perumusan masalah yang dicantumkan, misalnya “untuk mengetahui. . .”
Manfaat Penelitian
Merupaka kegunaan nyata dari hasil yang akan dicapai atau dampak positif yang diharapkan dapat disumbangkan oleh hasil penelitian tersebut.
Kajian Pustaka
Peneliti menggunakan secara jelas pendalam masalah berdasarkan pakar dan hasil penelitian terdahulu. Hasil ajian peneliti terhadap berbagai hasil penelitian yang relevan dengan masalah penelitian. Kajian pstaka disebut juga kajian teori
Hipotesis penelitian
Dugaan jawaban atas pertanyaan peneliti. Hipotesis disusun berdasarkan pengamatan awal dan kajian berbagai teori yang relevan dengan masalah penelitian.
Menentukan metode penelitian
Adalah cara atau jalan yang ditempuh oleh peneliti untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan peneliti. Meliputi antara lain lokasi dan subyek penelitian, metode pengumpulan data dan metode analisis data.
Dikelompokan menjadi dua, yaitu nontest dan metode tes. metode test digunakan untuk mengukur keteramplan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Metode nontes diantaranya; wawancara atau interview, angket, observasi.
Sampel penelitian
Pihak yang ditentukan oleh peneliti. Subyek penelitian dibedakan menjadi dua, yaitu populasi dan sampel. Populasi adalah keseluruhan individu yang digunakan dalam penelitian. Sampel adalah sebagian dari anggota populasi yang dapat mewakili populasi.
Tujuan penentuan sampel adalah:
  • menghasilkan gambaran yang dipercaya dari seluruh populasi yang diteliti
  • mengadaka pengurangan dari subyek yang diteliti
  • mengadakan generalisasi
  • menonjolkan sifat-sifat umum dari populasi
Teknik pengambilan sampel
1.sampel probabilitas
Tiap warga mempunyai peluang dan kemungkinan yang sama untuk terpilih menjadi sampel. Disebut juga teknik pengambilan sampel secara random atau acak. Jenisnya ada empat, yaitu: teknik random sederhana, teknik random atas dasar strata, teknik random bertahap atas dasar strata, teknik random atas dasar himpunan.
  1. Sampel non probabilitas
  2. Teknik pengambilan sampel purposive (bertujuan), yaitu sampel ditetapkan secara sengaja oleh peneliti,  didasarkan atas kriteria (ciri-ciri) tertentu atau pertimbangan tertentu
  3. Teknik pengambilan sampel aksidental (sewaktu-waktu), yaitu pengambilan sampel “asal pilih” karena hanya ada dalam perisyiwa-peristiwa tertentu
  4. Teknik pengambilan sampel quota. Yaitu sampel ditetapkan jumlahnya oleh peneliti. Digunakan dalam pengumpulan data umum. Penentuan kuota didasarkan pada sifat populasi dan pertimbangan peneliti
  5. Snowballing sampling, yaitu pengambilan sampel mula-mula dipilih dua atau tiga lalu dilanjutkan berdasarkan    formulasi yang diberikanoleh responden terlebih dahulu.
  6. Sampel wilayah, yaitu dilakukan dengan mengambil wakil dari tiap-tiap wilayah yang terdapat populasi.
  7. Sampel proporsi atau sampel imbangan, yaitu untuk menyempurnakan teknik sampel berstraata atau sampel  wilayah. Tujuannya adalah agar pengambilan sampel representatif, jumlah sampel atau wakil dari setiap wilayah dibuat seimbang sesuai dengan jumlah populasinya.
Pengolahan Data
Data adalah bahan keterangan berupa himpunan fakta, angka, huruf, grafik, table, lambing, objek, kondisi, dan situasi yang merupakan bahan baku informasi guna mencapai tujuan penelitian.
Syarat data:
  1. Objektif, yaitu data sesuai apa adanya atau fakta
  2. Representative, yaitu data dapat mewakili
  3. Kesalahan baku yang kecil
  4. Tepat waktu
  5. Harus ada hubungannya dnegan persoalan yang dipecahkan
Teknik pengumpulan data:
  1. Studi kepustakaan atau dokumen. Yaitu pengumpulan data yang memanfaatkan data sekunder
  2. Angket (kuisioner).
Jenisnya ada tertutup (jawaban sudah tersedia), terbuka (responden bebas menjawab), dan semi terbuka (jawaban sudah tersedia tapi responden diberi alternative untuk menjawab selain dari jawaban yang disediakan)
  1. Wawancara, Yaitu pada dasarnya pertanyaan yang diajukan sama dengan angket hanya disampakan secara lisan.
  2. Observasi, Yaitu penggunaan, pengamatan langsung terhadap suatu benda, kondisi, situasi atau perilaku.    Observasi dibedakan menjadi: observasi partisipasi (pengamat ikut terlibat didalam kegiatan yang diamati) dan non partisipasi (pengamat berada di luar dari objek yang diamati)
  3. Test atau eksperimen. Yaitu perolehan data yang diambil dari hasil test responden atau hasil dari eksperimen yang dikenakan peneliti kepada kelompok eksperimen.
Tahap-tahap Pengolahan Data
Data kuantitatif
  1. Editing, yaitu pemerikasaan data yang terkumpul
  2. Coding, yaitu memberi kode pada setiap data yang terkumpul. Tujuannya untuk menyederhanakan jawaban responden.
  3. Tabulating, yaitu memasukan data kedalam table-tabel dan mengatur angka-angka sehingga dapat dihitung jumlah kasus dalam berbagai kategori yang telah ditentukan
Analisis data
Menggunakan data statistik sederhana yang digunakan dari table distribusi frekuensi:
  1. Mean. Sering disebut nilai rata-rata. Mean berasal dari jumlah keseluruhan nilai dibagi dengan banyaknya unit/bilangan (total frekuensi).
  1. Median adalah nilai titik tengah yang membagi dua bagian sama besar. Caranya mengurutkan dimulai dari angka yang terkecil sampai terbesar. Jika urutannya ganjil, maka nilai tengah tersebut merupakan mediannya.
  2. Modus adalah nilai yang paling sering muncul.
Data Kualitatif
Pengolahan data dengan cara non statistik. Data yang terkumpul dirumuskan dalam bentuk kalimat yang terekam dalam catatan lapangan (fieldnote). Dari rekaman ini kemudian diolah sehingga pertnyaan yang diajukan dalam permaslahan penelitian terjawab.
Langkah-langkah yang diperhatikan:
  1. Reduksi data, yaitu proses mengubah rekaman dala ke dalam pola, fokus, kategori, atau pokok permasalahan tertentu.
  2. Penyajian data (data display), yaitu menampilkan data dengan cara memasukan data ke dalam sejumlah garis matriks yang diinginkan. Data yang telah direduksi dimasukan dalam matriks yang sesuai dengan kategori
  3. Generalisasi dan kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan interpretasi data peneliti dapat membuat generalisasi dari hasil penelitian. Dalam penelitian, generalisasi harus mempunyai kaitan dengan teori yang mendasari penelitian.
Laporan Penelitian
Syarat laporan penelitian:
  1. Penulis harus tahu betul kepada siapa laporan itu ditunjukan
  2. Langkah dalam penulisan laporan harus jelas
  3. Laporan hasil penelitian diusahakan mudah dicerna oleh siapapun
  4. Laporan penelitian merupakan elemen yang pokok dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu harus jelas dan meyakinkan
Secara garis besar, laporan penelitian terdiri atas tiga bagian besar, yaitu
1.Bagian Pendahuluan
  • Halaman judul
Dicantumkan judul penelitian yang ditulis jelas, ringkas, dan menggambarkan isi. Nama penyusun, nama lembaga, nama tempat, dan tahun penyusunan laporan
  • Kata Pengantar
uraian pendek dari penulis tentang penelitiannya. Dikemukakan tujuan penelitian, masalah yang dihadapi, siapa yang berperan, dan ucapan terimakasih.
  • Daftar isi
Daftar isi menunjukan bagian-bagian dari laporan dan di situ dapat dilihat hubungan antara satu bagian dengan yang lainnya. Untuk table, diagram, peta, gambar kalau ada, masing-masing dibuat dafar isi tersendiri.
2. Bagian Isi Laporan
  • Bab pendahuluan
Ditampilkan rumusan masalah, ruang lingkup, kegunaan teoritis dan praktis dari laporan dan metodologi. Jadi, mecakup latar belakang penelitian, tujuan penelitian, metode penelitian, cara pemrosesan data dan analisis data, termasuk prosedur statistika yang ditempuh.
  • Bab Tinjauan Pustaka
Memberikan gambaran tentang hal-hal yang sudah ditulis oleh peneliti lain, dan mengapa penelitian ini penting dilakukan. Peneliti juga mengungkapkan alur berpikirnya dengan merangkum penemuan yang telah lalu dan memberikan jembatan dengan apa yang akan dilakukan
  • Bab metodologi Penelitian
Merangkum tentang subjek, objek, dan ruang lingkup penelitian, teknik pengumpulan data, cara pengolahan data yang digunakan. Metodologi biasanya dikemukakan dalam proposal penelitian (rancangan penelitian)
  • Bab Pelaksanaan Penelitian
Menguraikan tentang proses peaksanaan penelitian, baik validitas instrument maupun proses pengumpulan dan analisis datanya
  • Bab hasil penelitian
Merupakan inti dari laporan penelitian kerena pada bab ini peneliti menguraikan seluruh hasil penelitian, membandingkan dan mencari kaitannya satu dengan yang lain.
  • Bab kesimpulan dan saran
Kesimpulan dibuat singkat, padat, dan jelas. pada bagian ini terkadang diberikan saran pemecahan masalah penelitian untuk dilaksanakan dan adanya masalah yang perlu diteliti lebih lanjut.
3. Bagian Penutup
4. Daftar Putaka
Berisi daftar semua buku sumber yang digunakan untuk menunjang penelitian yang dilakukan. Yang dikemukakan adalah nama penulis, tahun penerbit, judul buku, tempat penerbitan, dan nama penerbit.
5. Lampiran
Memuat hal-hal yang perlu diketahui pembaca. Contohnya format kuisioner, format wawancara dan pedoman pengamatan, foto, dan lainnya.

MATERI SOSIOLOGI BAB 4 SEM 2 RANCANGAN PENELITIAN SOSIAL

BAB 4 
RANCANGAN PENELITIAN SOSIAL 

Apa itu Penelitian?
Menurut Soerjono Soekanto, penelitian sosiologi termasuk penelitian ilmiah. Penelitian ilmiahadalah penelitian yang bertujuan mempelajari satu atau beberapa gejala dengan jalan analisis dan pemeriksaan yang mendalam terhadap fakta masalah yang disoroti dan kemudian diusahakan pemecahannya.
Apa Fungsi dari Penelitian Ilmiah?
Fungsi dari penelitian ilmiah yakni sebagai berikut:
  1. Fungsi verifikatif atau pengujian
Merupakan fungsi penelitian ilmiah untuk menguji kebenaran suatu pengetahuan yang sudah ada.
  1. Fungsi eksploratif atau penjajagan
Merupakan fungsi penelitian ilmiah untuk menemukan sesuatu yang belum ada atau mengisi kekosongan dan kekurangan ilmu.
  1. Fungsi developmen atau pengembangan
Merupakan fungsi penelitian ilmiah untuk mengembangkan pengetahuan yang sudah ada. Berdasarkan tempat pengumpulan data, penelitian ilmiah dapat dilakukan di laboratorium, perpustakaan, dan lapangan.
Berdasarkan tingkat analisis yang direncanakan peneliti untuk data yang hendak dikumpulkan, penelitian ilmiah dapat dikelompokkan sebagai berikut.
  1. Penelitian deskriptif, adalah penelitian yang berupaya menyajikan rincian lebih lanjut dari informasi yang ada. Dalam penelitian deskriptif, pertanyaan dimulai dengan kata tanya: bagaimana.
  2. Penelitian eksploratif, adalah penelitian yang berupaya mendapatkan informasi mendasar tentang permasalahan atau keadaan yang jarang atau belum pernah diteliti. Peneliti merencanakan penelitiannya tanpa merumuskan hipotesis secara khusus. Dalam penelitian ini, pertanyaan sering dimulai dengan kata tanya: apa.
  3. Penelitian prediksi, adalah penelitian ilmiah yang berupaya menggambarkan atau menjelaskan apa yang mungkin terjadi di masa mendatang.
  4. Penelitian eksplanasi, adalah penelitian ilmiah yan berupaya menganalisis hubungan antarvariabel yang diteliti. Penelitian eksplanasi memiliki
    hipotesis dan dirancang untuk menjelaskan mengapa suatu peristiwa terjadi. Pertanyaan peneliti sering dimulai dengan kata tanya: mengapa.
Apa itu Objek Penelitian?
Objek penelitian sosiologi adalah masyarakat dilihat dari sudut hubungan antarmanusia dan proses yang timbul akibat hubungan manusia di dalam masyarakat. Penelitian sosiologi dapat dilakukan dengan metode historis, metode komparatif (perbandingan), metode statistik, metode sosiometri, dan studi kasus. Metode sosiometri digunakan untuk menggambarkan dan menganalisis hubungan antarmanusia dalam masyarakat secara kuantitatif.
Pada tahap perencanaan pembangunan, hasil penelitian sosiologi diperlukan, antara lain untuk menentukan hal-hal sebagai berikut.
  1. Kelompok sosial yang menjadi bagian masyarakat.
  2. Lembaga sosial dan pelapisan sosial untuk mengetahui macam dan aspeknya.
  3. Pola interaksi sosial untuk menciptakan suasana yang mendukung pembangunan.
  4. Kebudayaan untuk mengetahui hal-hal yang berintikan nilai.
Pada tahap penerapan atau pelaksanaan pembangunan, hasil penelitian sosiologi diperlukan untuk hal-hal sebagai berikut.
  1. Mengidentifikasi kekuatan sosial di masyarakat.
  2. Mengetahui perubahan sosial yang terjadi di masyarakat penyebab dan aspeknya.
Jenis-jenis Penelitian
Jenis penelitian dilihat dari tujuan
  • Basic Research/penelitian dasar, yaitu penelitian murni untuk mengembangkan dan memperdalam suatu ilmu pengetahuan
  • Applied Research/penelitian terapan. Dilakukan untuk mengumpulkan informasi dan membantu memecahkan suatu persoalan dalam kehidupan sehari-hari dan diarahkan untuk penggunaan secara praktis dalam kehidupan
Berdasarkan metode yang digunakan
  • Penelitian Historik, yaitu penelitian yang berusaha mengkaji peristiwa yang telah terjadi di masa lalu. Mengkaji peristiwa-peristiwa bersejarah
  • Penelitian Survei, yaitu penelitian yang bertujuan untuk memperoleh informasi dari berbagai individu/kelompok dengan cara angket, wawancara, atau mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpul data.
  • Penelitian eksperimen, adalah penelitian yang memanipulasi (mengatur, merekayasa) situasi alamiah menjadi situasi buatan sesuai dengan tjuan penelitian
Ditinjau dari Bidang Ilmu
  • Penelitian Bidang Alam (eksakta). Misalnya penelitian mengenai biologi (manfaat tanaman obat, penemuan bibit tanaman unggul), pemenfaatan energy matahari, dan lain-lain.
  • Penelitian Bidang sosial dan humaniora, misalnya penelitian mengenai pendidikan, ekonomi, sosial budaya, politik, etnografi, dan sebagainya.
Ditinjau dari Pendekatan
  • Pendekatan bujur (Longitudinal). Merupakan pendekatan penelitian dengan waktu lama terhadap subyek yang sama
  • Pendekatan silang (Cross-section). Merupakan pendekatan dengan waktu pendek terhadap subyek yang bereda
Ditinjau dari Tempat
  • Penelitian Laboraturium. Dilakukan di tempat khusus, menggunakan alat untuk melakukan percobaan. Contoh. Penelitian mengenai suatu penyakit
  • Penelitian Lapangan. Dilakukan pada kehidupan yang sebenarnya. Contoh. Penelitian mengenai tawuran pelajar, kehidupan seorang buruh pabrik.
  • Penelitian Perpustakaan. Penelitian bertujuan mengumpulkan data dari informasi dengan bantuan berbagai meteri yang ada di pustaka. Contoh. Majalah, buku, Koran, naskah, dokumen, kisah sejarah
Dilihat dari wujud data
  1. Berdasarkan cara perolehannya
  • Data primer (didapat dari sumber pertama, misal dari wawancara)
  • Data sekunder (dari sumber kedua, misal data monografi desa)
  1. Berdasarkan sifatnya
  • Data kuantitatif (data dinyatakan dalam angka)
  • Data kualitatif (data yang dinyatakan dalam bentuk deskripsi)
  1. Berdasarkan sumber yang diperoleh
  • Data intern (dikumpulkan oleh dan untuk keperluan sendiri)
  • Data ekstern (data dikumpulkan oleh orang lain)
Ditinjau dari cara pembahasannya
  • Penelitian deskriptif. Yaitu melukiskan, memaparkan, menuliskan, dan melaporkan suatu keadaan, objek atau peristiwa secara apa adanya
  • Penelitian inferensial/eksplanasi. Yaitu melukisakan peristiwa dan menarik kesimpulan umum dari masalah
Teknik pengambilan sampel penelitian
  1. Sampel probabilitas
Tiap warga mempunyai peluang dan kemungkinan yang sama untuk terpilih menjadi sampel. Disebut juga teknik pengambilan sampel secara random atau acak. Jenisnya ada empat, yaitu: teknik random sederhana, teknik random atas dasar strata, teknik random bertahap atas dasar strata, teknik random atas dasar himpunan.
  1. Sampel non probabilitas
  • Teknik pengambilan sampel purposive (bertujuan), yaitu sampel ditetapkan secara sengaja oleh peneliti,  didasarkan atas kriteria (ciri-ciri) tertentu atau pertimbangan tertentu
  • Teknik pengambilan sampel aksidental (sewaktu-waktu), yaitu pengambilan sampel “asal pilih” karena hanya ada dalam perisyiwa-peristiwa tertentu
  • Teknik pengambilan sampel quota. Yaitu sampel ditetapkan jumlahnya oleh peneliti. Digunakan dalam pengumpulan data umum. Penentuan kuota didasarkan pada sifat populasi dan pertimbangan peneliti
  • Snowballing sampling, yaitu pengambilan sampel mula-mula dipilih dua atau tiga lalu dilanjutkan berdasarkan    formulasi yang diberikanoleh responden terlebih dahulu.
  • Sampel wilayah, yaitu dilakukan dengan mengambil wakil dari tiap-tiap wilayah yang terdapat populasi.
  • Sampel proporsi atau sampel imbangan, yaitu untuk menyempurnakan teknik sampel berstraata atau sampel  wilayah. Tujuannya adalah agar pengambilan sampel representatif, jumlah sampel atau wakil dari setiap wilayah dibuat seimbang sesuai dengan jumlah populasinya.
Bagaimana Cara Pengolahan Data?
Data adalah bahan keterangan berupa himpunan fakta, angka, huruf, grafik, table, lambing, objek, kondisi, dan situasi yang merupakan bahan baku informasi guna mencapai tujuan penelitian.
Syarat data:
  1. Objektif, yaitu data sesuai apa adanya atau fakta
  2. Representative, yaitu data dapat mewakili
  3. Kesalahan baku yang kecil
  4. Tepat waktu
  5. Harus ada hubungannya dnegan persoalan yang dipecahkan
Bagaimana Teknik Pengumpulan Data?
  1. Angket (kuisioner). Jenisnya ada tertutup (jawaban sudah tersedia), terbuka (responden bebas menjawab), dan semi terbuka (jawaban sudah tersedia tapi responden diberi alternative untuk menjawab selain dari jawaban yang disediakan)
  1. Wawancara, Yaitu pada dasarnya pertanyaan yang diajukan sama dengan angket hanya disampakan secara lisan.
  1. Observasi, Yaitu penggunaan, pengamatan langsung terhadap suatu benda, kondisi, situasi atau perilaku.    Observasi dibedakan menjadi: observasi partisipasi (pengamat ikut terlibat didalam kegiatan yang diamati) dan non partisipasi (pengamat berada di luar dari objek yang diamati)
  2. Test atau eksperimen. Yaitu perolehan data yang diambil dari hasil test responden atau hasil dari eksperimen yang dikenakan peneliti kepada kelompok eksperimen.
Analisis data
Menggunakan data statistik sederhana yang digunakan dari table distribusi frekuensi:
  1. Mean
Sering disebut nilai rata-rata. Mean berasal dari jumlah keseluruhan nilai dibagi dengan banyaknya unit/bilangan (total frekuensi).
  1. Median
Adalah nilai titik tengah yang membagi dua bagian sama besar. Caranya mengurutkan dimulai dari angka yang terkecil sampai terbesar. Jika urutannya ganjil, maka nilai tengah tersebut merupakan mediannya. Misal, data nilai lima orang siswa adalah 72, 75. 80, 80, 85. Maka mediannya adalah 80 . Jika data yang diperoleh berjumlah genap maka mencari mean dengan menjumlah dua bilangan ditengah kemudian dibagi dua. Misal, data yang tersedia adalah 72, 73, 78, 72, 75, 80. Maka mencari mediannya adalah 78+72:2= 75
  1. Modus
Adalah nilai yang paling sering muncul.

MATERI SOSIOLOGI BAB 3 SEM 2 RAGAM GEJALA SOSIAL DALAM MASYARAKAT

BAB 3 
RAGAM GEJALA SOSIAL DALAM MASYARAKAT 


Apa itu Gejala Sosial?
Gejala-gejala sosial yang ada di masyarakat dapat diartikan sebagai  sebuah fenomena sosial.  Munculnya fenomena sosial di masyarakat berawal dari adanya perubahan sosial. Perubahan sosial itu tidak dapat kita hindari, namun kita masih dapat mengantisipasinya. Perubahan sosial akan mengakibatkan beberapa dampak baik itu positif maupun negatif.
Perubahan sosial ada yang bersifat positif dan negatif, sehingga kita harus hati-hati dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Fenomena sosial yang ada dalam kehidupan sehari-hari dapat dapat menimbulkan masalah sosial. Adapun beberapa contoh fenomena sosial seperti munculnya kesenjangan sosial, demam musik luar (boyband/girlband), pencemaran lingkungan, dan lain sebagainya. Gejala sosial juga diartikan sebagai suatu pristiwa yang sering terjadi pada lapisan masyarakat, baik masyarakat tradisional maupun masyarakat modern.

Apa Saja Faktor Penyebab Gejala Sosial?
Adanya berbagai gejala sosial di masyarakat, dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Faktor kultural merupakan nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat/komunitas. Ada beberapa contoh gejala sosial berdasarkan faktor kultural, antara lain kemiskinan, kerjabakti, prilaku menyimpang, dsb.
  1. Faktor struktural merupakan suatu keadaan yang mempengaruhi struktur, struktur yang dimaksud adalah sesuatu yang disusun oleh pola tertentu. Faktor struktural dapat dilihat dari pola-pola hubungan antar individu dan kelompok yang terjalin dilingkungan masyarakat. Contoh gejala sosial yang dipengaruhi oleh faktor struktural seperti penyuluhan sosial, interaksi dengan orang lain dsb.
Apa Saja Macam-Macam Gejal Sosial
  1. Ekonomi
Ekonomi merupakan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pendapatan.Tingkat pendapatan yang dimiliki individu dapat menimbulkan gejala sosial dimasyarakat. Gejala sosial yang dilihat dari aspek ekonomi sangat berkaitan dengan perekonomian masyarakat. Bila ada seseorang yang kurang dapat mencukupi kebutuhan, maka akan terjadi beberapa gejala sosial dilingkungan sekitarnya. Dilihat dari segi ekonomi, gejala sosial yang terjadi di masyarakat dapat meliputi kemiskinan, pengangguran, masalah kependudukan dsb.
  1. Budaya
Indonesia memiliki budaya yang beraneka ragam sehingga kita harus saling menghormati budaya lain. Adanya perbedaan jangan dijadikan sebagai alat pemecah persatuan, melainkan kita harus bersyukur karena keanekaragaman tersebut dapat menambah kekhasan budaya indonesia. Keanekaragaman budaya tidak hanya ada di Indonesia, tetapi setiap negara juga memiliki budaya dengan karakteristik yang berbeda-beda. Kita juga harus menghormati budaya asing. Keanekaragaman budaya di sekitar kita juga dapat menimbulkan gejala sosial, misalnya tindakan peniruan budaya asing yang negatif, kenakalan remaja dsb.
  1. Lingkungan alam
Karakteristik gejala sosial dalam bidang lingkungan alam menyangkut aspek kondisi kesehatan. Seseorang yang terkena penyakit dapat menimbulkan gejala sosial di lingkungan sekitarnya. Contoh gejala yang ditimbulkan seperti munculnya, penyakit menular, pencemaran lingkunngan dsb.
  1. Psikologis
Prilaku seseorang/individu dalam kehidupan sehari-hari dipengaruhi oleh aspek psikologisnya.Bila seseorang mengalami gangguan kejiwaan dapat menimbul kangejala sosial dimasyarakat, misalnya disorganisasi jiwa, alirana jalan sesat dsb.
Berikut Adalah Contoh-Contoh Gejala Sosial di Masyarakat
Gejalasosial yang  ada didalam masyarakat berawal dari adanya perubahan sosial.Setiap masyarakat pasti mengalami perubahan di lingkungannya. Perubahan sosial merupakan segala perubahan yang ada pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dan dipengaruhi sistem sosial, nilai, sikap, serta pola prilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
Perubahan sosial dalam masyarakat dapat berdampak positif maupun negatif. Bagi masyarakat yang tidak dapat menerima perubahan sosial maka akan terjadi masalah sosial. Adapun contoh gejala sosial yang ada pada masyarakat.
  1. Kemiskinan
Kemiskinan dapat dikarenakan tidak mampunyai seseorang dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan primer. Namun dalam sosiologi, salah satu faktor penyebab munculnya maslah tersebut karena lembaga kemasyarakatan tidak berfungsi dengan baik, yaitu lembaga kemasyarakatan dibidang ekonomi. Permasalahan tersebut dapat menyebar ke bidang  lainnya, seperti pendidikan, sosial, dsb. Dalam sosiologi, kemiskinan merupakan suatu gejala sosial yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Gejala sosial ini terjadi diberbagai negara di dunia termasuk Indonesia. Kemiskinan dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:
  • Kemiskinan absolut, yaitu seseorang atau sekelompok orang tidak dapat memenuhi kebutuhan minimum hidupnya. Dalam sosiologi, kemiskinan merupakan suatu gejala sosial yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Gejala sosial ini terjadi diberbagai negara di dunia termasuk Indonesia. Kemiskinan dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:
  • Kemiskinan relatif, yaitu   seseorang ataus ekelompok orang dapat memenuhi kebutuhan minimum hidupnya, namun dirinya masih merasa miskin bila dibandingakan dengan orang lain atau kelompok lain.
  1. Masalah Remaja
Masa remaja adalah masa pencarian jati diri sehingga banyak remaja yang meniru tingkah laku orang lain. Tindakan remaja bila tidak terkontrol dapat menjadi suatu masalah sosial yang dapat merugikan diri sendiridan orang lain. Masalah remaja ini ditandai oleh adanya  keinginan untuk melawan ataupun sikap apatis. Pada masa ini seharusnya mereka mengenal nilai dan norma-norma yang berlaku dimasyarakat. Dengan mempelajari norma di masyarakat, diharapkan mereka dapat berprilaku dan tidak melakukan perbuatan yang menyimpang. Prilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja dapat beragam, sebagai contoh membolos, mencontek, pelanggaran lalu lintas dan lain sebagainya.
  1. Masalah kependudukan
Indonesia adalah negara dengan tingkat kepadatan penduduk yang padat. Penduduk merupakan sumber penting bagi pembangunan. Hal ini dikarenakan penduduk menjai subjek dan obyek pembangunan. Dengan adanya pembangunan dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk di suatu negara. Kesejahteraan penduduk juga mengalami gangguan yang dipengaruhi oleh perubahan demografis yang seringsekali tidak dirasakan. Masalah kependudukan dapat  kepadatan penduduk, pemerataan penduduk yang tidak rata, ledakan penduduk dsb.
Masalah-masalah diatas perlu adanya penanggulangan, karena dapat mempengaruhi tingkat kesejahteraan penduduk. Adapun beberapa cara untuk mengatasi permasalahan tersebut diantanya:
  • Melalui program keluargaberencana (KB)
  • Transimigrasi,dan
  • Mengatur pertumbuhan jumlah penduduk
Apa Dampak GejalaSosial di Masyarakat?
Terjadinya perubahan sosial-budaya di masyarakat merupakan salah satu akibat dari gejala sosial. Dampak gejala sosial ada yang bersifat positif dan negatif.
  • Dampak positif
Gejala sosial yang ada di masyarakat harus kita sikapi dengan baik. Bila kita dapat terbuka dan mengimbangi perubahan sosial-budaya yang ada. Maka perubahan tersebut akan berdampak positif dan memberikan kita mamfaat. Hal ini dapat dilihat dengan kemajuan bidang tekhnologi. Dalam bidang tekhnologi kita mengenal tekhnologi komunikasi, seperitelepon, handphone, telegram, email, dsb. Dengan adanya alat komunikasi yang modern, maka, maka kita dapat melakukan interaksi jarak jauh tanpa harus bertemu secara langsung.
  • Dampak negatif
Seseorang yang tidak dapat menerima perubahan yang terjadi akan mengalami keguncangan (culture shock).  Ketidaksanggupan seseorang dalam menghadapi gejala sosial akan membawa kearah prilaku menyimpang.
Seperti yang sudah dijelaskan pada materi diatas, salah satu contoh gejala sosial adalah kemiskinan. Untuk mendukung dan memudahkan dalam memahami materi tersebut, disini saya akan memaparkan sebuah artikel berita tentang kemiskinan

MATERI SOSIOLOGI BAB 2 SEM 1 INDIVIDU,KELOMPOK DAN HUBUNGAN SOSIAL


BAB 2

INDIVIDU,KELOMPOK DAN HUBUNGAN SOSIAL


INDIVIDU
             Individu berasal dari kata Yunani yaitu “individium” yang artinya “tidak terbagi”. Menurut A. Lysen (dalam Rufikasari, 2013) kata individu bukan berarti manusia sebagai keseluruhan yang tidak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan. Sedangkan menurut kamus sosiologi (2012:90), individu merupakan organisasi yang hidupnya berdiri sendiri secara fisiologi ia bersifat bebas (tidak mempunyai hubungan organik dengan sesamanya).
              Dari pendapat tesebut dapat disimpulkan bahwa individu merupakan seseorang atau pribadi orang  yang terpisah dari orang lain yang hidupnya berdiri sendiri, bersifat bebas  serta tidak mempunyai hubungan organik dengan sesamanya ataupun orang lain. Individu sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, di dalam dirinya selalu dilengkapi dengan raga, rasa, rasio, dan rukun.
          Manusia sebagai individu selalu berada ditengah-tengah kelompok sosial. Selain itu individu dapat membentuk kepribadian yang sesuai dengan lingkungan sekitarnya. Namun tidak semua lingkungan menjadi faktor pendukung pembentukan pribadi, tetapi ada kalanya menjadi proses penghambat proses pembentukan pribadi. Menurut Harton dan Hunt, kepribadian merupakan wujud perilaku menyeluruh dari seseorang. Berdasarkan definisi tersebut, dapat diketahui bahwa kepribadian merupakan wujud perilaku manusia. Perilaku dapat dibedakan dengan kepribadiannya karena kepribadian merupakan latar belakang perilaku yang ada dalam diri individu. Menurut Koentjaraningrat (dalam Rufikasari, 2013) ada beberapa unsur kepribadian , yaitu: pengetahuan, perasaan, dorongan naluri.
              Individu yang berada dilingkungan masyarakat dapat berkembang dan memiliki dua fungsi, yaitu sebagai makhluk individual dan sebagai makhluk sosial
 KELOMPOK SOSIAL
       Suatu individu yang berada di lingkungan masyarakat akan membentuk kelompok yang saling mempengaruhi. Menurut Paul B. Horton dan Chester L. Hunt, kelompok sosial merupakan  kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling berinteraksi. Sedangkan menurut  Soerjono Soekanto, kelompok sosial adalah himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama karena adanya hubungan antara mereka secara timbal balik dan saling mempengaruhi. Dari pengertian menurut para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa kelompok sosial adalah sekumpulan manusia yang memiliki persamaan cirri dan memiliki pola interaksi yang terorganisir secara berulang-ulang, serta memiliki kesadaran bersama akan keanggotaannya.
            Lahirnya kelompok sosial disebabkan oleh kebutuhan manusia untuk berhubungan, tapi tidak semua hubungan tersebut dapat dikatakan sebagai kelompok sosial. Soerjono Soekanto  mengemukakan persyaratan terbentuknya kelompok sosial, yaitu :
  1. Adanya kesadaran dari anggota kelompok tersebut bahwa ia merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan.
  2. Adanya hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan lainnya dalam kelompok
  3. Adanya suatu faktor yang dimiliki bersama oleh anggota kelompok yang bersangkutan yang merupakan unsur pengikat atau pemersatu. Faktor tersebut dapat berubah nasib yang sama, kepentingan yang sama, tujuan yang sama ataupun ideologi yang sama.
  4. Berstruktur, berkaidah dan mempunyai pola perilaku.
             Mac Iver, kelompok sosial adalah : “kelompok sosial terbentuk melalui proses interaksi dan sosialisasi, dimana manusia berhimpun dan bersatu dalam kehidupan bersama berdasarkan hubungan timbal balik, saling mempengaruhi dan memilki kebersamaan tolong menolong.”
             Dalam pembentukan kelompok sosial ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, diantaranya adalah kepentingan yang sama, darah dan keturunan yang sama, geografis, dan daerah asal yang sama. Dalam sosiologi, terdapat beberapa bentuk kelompok sosial yang saling mempengaruhi, yaitu sebagai berikut:
  1. In group dan out group
       In group merupakan kelompok sosial dimana individu mengidentifikasi dirinya sendiri, misalnya kearah persahabatan, kerjasama, maupun rasa tanggung jawab. Sedangkan out group merupakan sikap antipati dengan anggota kelompok lainnya.
  1. Kelompok primer dan kelompok sekunder
        Kelompok primer merupakan kelompok kecil yang para anggotanya saling kenal secara akrab sebagai pribadi yang unik. Kelompok primer sifatnya sederhana. Sedangkan kelompok sekunder merupakan hubungan sosial yang sifatnya formal dan memiliki orientasi tujuan yang sama.
  1. Paguyuban (gemeinscaft) dan Patembayan (gesellscaft)
       Paguyuban merupakan  kehidupan yang anggotanya diikat oleh hubungan batin dan bersiafat alamiah. paguyuban memiliki sifat intimasi (keakraban), homogenitas (kesamaan), face to face dan kesamaan kepentingan. Sedangkan patembayan merupakan kehidupan publik sebagai orang yang secara kebetulan hadir bersama tetapi masing-masing tetap mandiri. Patembayan bersifat sementara dan semu
  1. Kelompok formal dan kelompok informal
         Kelompok formal merupakan organisasi kelompok yang resmi dan norma-normanya dinyatakan dalam bentuk tertulis. Sementara kelompok informal merupakan organisasi kelompok yang tidak resmi serta tidak mempunyai struktur dan organisasi yang pasti.
  1. Membership group dan reference group
         Membership group merupakan kelompok dimana setiap orang secara fisik menjadi kelompok anggota tersebut. Sedangkan reference group merupakan kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang untuk membentuk pribadi dan perilakunya.
HUBUNGAN SOSIAL
                Di dalam hubungan sosial adanya sebuah interaksi sosial diantara masyarakat. Interaksi antar manusia terjadi karena manusia saling membutuhkan. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial dinamis yang menyangkut hubungan antar individu, antara individu dan kelompok, atau antar kelompok (John Lewis Gillin).
Ciri-ciri Interaksi Sosial sebagai berikut.
  1. Dilakukan dua orang dan ada reaksi dari pihak lain
  2. Adanya kontak sosial dan komunikasi
  3. Bersifat timbal balik, positif, dan berkesinambungan
  4. Ada penyesuaian norma dan bentuk-bentuk interaksi sosial
  5. Pola interaksi sosial terjalin dengan baik harus berdasarkan kebutuhan yang nyata, efektivitas, efisiensi, penyesuaian diri kepada kebenaran.
Menurut Soerjono Soekanto, interaksi sosial tidak mungkin terjadi tanpa kontak sosial dan komunikasi.
Kontak Sosial
Kontak sosial memiliki sifat-sifat diantaranya yaitu kontak sosial dapat bersifat positif atau negatif dan kontak sosial dapat bersifat primer atau sekunder.
Komunikasi
Komunikasi memiliki lima unsur-unsur pokok diantaranya yaitu komunikator, komunikan, pesan, media, dan efek.
Faktor-faktor pendorong interaksi sosial. Interaksi sosial dilandasi oleh faktor psikologis yaitu
  1. Imitasi
  2. Sugesti
  3. Identifikasi
  4. Simpati
  5. Empati
Bentuk- Bentuk Interaksi Sosial
Menurut Gillin, interaksi sosial berlangsung di dalam dua jenis proses sosial yaitu
  1. Proses Asosiatif
Mengarah pada persatuan atau integrasi sosial. Proses asosiatif meliputi bentuk-bentuk antara lain :
  • Kerja sama, sebagai usaha bersama antar individu atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
  • Akomodasi, sebagai keadaan mengacu pada keseimbangan interaksi antar individu atau antar kelompok berkaitan dengan nilai dan norma sosial yang berlaku.
  • Asimilasi, usaha mengurangi perbedaan antar individu atau antar kelompok guna mencapai satu tujuan kesepakatan berdasarkan kepentingan dan tujuan bersama.
  • Akulturasi, berpadunya dua kebudayaan yang berbeda dan membentuk suatu kebudayaan baru dengan tidak menghilangkan ciri kepribadian masing-masing.
  1. Proses Disosiatif
Proses oposisi, cara melawan seseorang atau sekelompok orang demi meraih tujuan tertentu. Proses sosial disosiatif memiliki tiga bentuk yaitu persaingan, kontroversi dan pertentangan.
Status dan Peran dalam Interaksi Sosial
Status (Kedudukan)
Menurut Ralf Linton, dalam kehidupan masyarakat terdapat tiga macam status :
  1. Ascribed status
  2. Achieved status
  3. Assigned
Peran
            Peran merupakan aspek dinamis dari kedudukan atau status. Peran adalah perilaku yang diharapkan oleh pihak lain terhadap seseorang dalam melaksanakan hak dan kewajiban sesuai dengan status yang dimilikinya. Status dan peran tidak dapat dipisahkan karena tidak ada peran tanpa status dan tidak ada status tanpa peran.

MATERI SOSIOLOGI BAB 1 SEM 1 FUNGSI SOSIOLOGI UNTUK MENGENALI GEJALA SOSIAL DI MASYARAKAT

Materi Sosiologi SMA Kelas X Bab 1: Fungsi Sosiologi untuk Mengenali Gejala Sosial di Masyarakat

Apa yang ada di benak anda setelah mendengar kata sosiologi? Menurut anda sosiologi itu apa?
Dalam disiplin ilmu sosiologi, keberadaan teori-teori sosiologi digunakan untuk memberikan penjelasan mengenaii gejala sosial. Istilah ‘sosiologi’ pertama kali digunakan oleh Auguste Comte (1798-1859). Comte menyatakan bahwa sosiologi adalah ilmu tentang gejala sosial yang tunduk pada hukum alam dan tidak berubah-ubah. Hal tersebut sama dengan pitirim A. Sorokin yang menyatakan bahwa sosiologi mempelajari hubungan dan pengaruh timbal-balik antara aneka macam gejala-gejala sosial. Misalnya antara gejala ekonomi dan agama, keluarga dan moral, hukum dan ekonomi, serta masyarakat dan politik. Menurut Emile Durkheim, pokok bahasan sosiologi adalah fakta-fakta sosial. Fakta sosial adalah pola-pola atau sistem yang mempengaruhi cara manusia bertindak, berpikir dan merasa. Fakta sosial tersebut berada di luar individu. Fakta sosial mempunyai kekuatan memaksa atau mengendalikan individu tersebut.
Sosiologi memiliki perbedaan dengan pengetahuan umum seperti, para sosiolog menggunakan imajinasi sosial. Mereka memandang kehidupan masyarakat sehari-hari lewat cara pandang yang berbeda. Kedua, para sosiolog melihat bukti-bukti dari suatu isu sebelum membuat kesimpulan
Istilah sosiologi berasal dari Bahasa Latin dan Yunani. Asal katanya adalah socius dan logos. Socius (Latin) berarti kawan tetapi dalam arti luas masyarakat. Sementara itu, logos (Yunani) berarti kata atau berbicara. Dengan demikian, ilmu sosiologi berarti ilmu yang mempelajari tentang masyarakat. Sebagai ilmu pengetahuan, sosiologi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Sosiologi bersifat Empiris. Berdasarkan hasil observasi (pengamatan)
  2. Sosiologi bersifat Teoritis. Berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi
  3. Sosiologi bersifat Kumulatif. Teori-teori sosiologi dibentuk berdasarkan teori-teori yang sudah ada sebelumnya dalam arti memperbaiki, memperluas dan memperhalus teori-teori lama.
  4. Sosiologi bersifat Non-Etis. Tidak mempersoalkan baik buruk suatu fakta, tetapi menjelaskan fakta-fakta tersebut secara analitis.
Sosiologi memiliki sifat-sifat seperti merupakan ilmu sosial dan displin ilmu, merupakan ilmu pengetahuan murni, merupakan ilmu pengetahuan umum, merupakan ilmu pengetahuan abstrak, dan merupakan ilmu pengetahuan empiris dan rasional.
Objek kajian sosiologi adalah masyarakat. Selo Soemardjan mengatakan bahwa masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan. J. L Gillin dan J. P Gillin mengatakan bahwa masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar. Mereka mempunyai kebisaaan, tradisi, sikap, dan perasaan persatuan yang sama. Sementara itu, menurut Ralf Linton, masyarakat merupakan suatu kelompok manusia yang telah hidup dan bekerja sama dalam waktu yang cukup lama. Dalam mempelajari masyarakat sebagai objek kajian, sosiologi memfokuskan studinya pada hal-hal seperti hubungan timbal-balik antara manusia satu dan manusia lainnya, hubungan antara individu dan kelompok. hubungan antara kelompok yang satu dan kelompok lainnya, proses yang timbul dari hubungan-hubungan tersebut dalam masyarakat.
Ada beberapa unsur yang terkandung dalam istilah masyarakat. Unsur-unsur tersebut adalah sebagai berikut.
  1. Sejumlah manusia yang hidup bersama dalam waktu yang relative lama. Di dalamnya, manusia saling mengerti, merasa, dan mempunyai harapan-harapan sebagai akibat dari hidup bersama itu.
  2. Memiliki system komunikasi dan peraturan yang mengatur hubungan antarmanusia dalam masyarakat
  3. Manusia yang hidup bersama merupakan suatu kesatuan
  4. Manusia yang hidup bersama merupakan suatu system hidup bersama, yang menimbulkan kebudayaan dimana setiap anggota masyarakat merasa dirinya masing-masing terikat dengan kelompoknya.
Sosiologi secara umum berfokus pada studi tentang perilaku manusia dalam masyarakat. Namun demikian, para sosiolog umumnya memiliki pendekatan yang berbeda-beda dalam melihat objek sosiologi. Ada sosiolog yang mungkin lebih tertarik untuk mengupas tentang perilaku menyimpang pada manusia (sosiologi criminal), ada juga yang mungkin lebih tertarik mengupas tentang aspek politik dari kehidupan sosial masyarakat (sosiologi politik). Ketertarikan yang berbeda-beda tersebut menumbuhkan berbagai spesialisasi dan subilmu dalam sosiologi.
Sosiologi mengenal dua macam metode ilmiah yaitu metode kualitatif (dipakai apabila subjek penelitian tidak dapat diukur) dan metode kuantitatif (mengutamakan keterangan berdasarkan angka-angka atau gejala-gejala yang diukur dengan skala, indeks, table, atau uji statistic).
Sebagai suatu ilmu, sosiologi mempunyai fungsi dan peran sebagai berikut:
Fungsi atau kegunaan sosiologi
  1. Untuk pembangunan. Sosiologi berfungsi untuk memberikan data sosial yang diperlukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun penilaian pembangunan.
  2. Untuk penelitian Sosial. Dengan penelitian, akan diperoleh suatu rencana penyelesaian masalah sosial yang baik.
  3. Sosiologi sebagai solusi masalah sosial. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang masyarakkat yaitu dalam berhubungan sosila, sehingga sosiologi juga berperan dalam solusi masalah sosial yang ada di masyarakat.
  4. Bahan pembuat keputusan, yaitu keputusan yang berkaitan dengan masalah-masalah sosial.
Peran Sosiologi
  1. Sosiolog sebagai ahli riset. Para sosiolog melakukan riset ilmiah. Tujuannya adalah mencari data kehidupan sosial masyarakat.
  2. Sosiolog sebagai konsultan kebijakan. Prediksi sosiologi dapat membantu memperkirakan pengaruh kebijakan sosial yang mungkin terjadi.
  3. Sosiolog sebagai praktisi. Beberapa sosiolog terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan masyarakat.
  4. Sosiolog sebagai guru atau pendidik
Selain itu, sosiologi juga mempunyai manfaat diantaranya dapat memberikan pengetahuan tentang pola interaksi yang terjadi dalam masyarakat; dapat membantu masyarakat dalam mengontrol atau mengendalikan tindakan dan perilaku anggota dalam kehidupan masyarakat; mampu mengkaji status dan peranan anggota masyarakat, serta dapat menilai masyarakat atau budaya lain, memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai nilai, norma, tradisi dan keyakinan yang dianut masyarkat lain; serta memahami perbedaan yang ada, serta membuat generasi penerus bangsa lebih tanggap, kritis, dan rasional dalam menghadapi gejala sosial dalam masyarakat yang makin kompleks.

MATERI SEJARAH MINAT BAB 1 SEM 1 MANUSIA DAN SEJARAH

Manusia dan Sejarah Kelas X BAB 1

Manusia dan Sejarah Bab 1 Kelas X

Tahukah kalian bahwa manusia dan sejarah itu saling berkaitan satu sama lain ? Manusia,ruang, dan waktu adalah objek utama dalam sejarah, apakah kalian tau itu ? Bila diantara kalian belum ada yang tau akan hal itu, maka simak lah ulasan dari blog ini yang akan membahas tentang manusia dan sejarah, cekidot :D 
Sejarah menurut beberapa negara mempunyai nama dan arti yang berbeda. Berikut adalah sejarah menurut beberapa negara :
Dari Arab dinamakan Syajaratun yang mempunyai arti "Pohon"
Dari Inggris dinamakan History yang mempunyai arti "Masa Lampau"
Dari Yunani dinamakan Historia yang mempunyai arti "Orang Pandai" atau "Belajar"
Dari Belanda dinamakan Genchildenis yang mempunyai arti "Terjadi"
Dari Germany dinamakan Gischichte yang mempunyai arti "Sesuatu Yang Telah Terjadi"
Saya ga akan membahas secara detail tentang arti-arti sejarah menurut beberapa negara, karena biasanya di soal-soal ujian hanya akan membahas arti atau nama dari suatu negara. 
Pengertian sejarah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang memberikan penjelasan tentang sejarah secara umum, cekidot :
1). Asal usul, keturunan, dan istilah
2). Kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa yang lampau, hikayat, dan tambo
3). Pengetahuan atau uraian tentang kejadian dan peristiwa yang benar terjadi pada masa yang lampau.
Definisi sejarah yang sudah diringkas dari para ahli  adalah "Sejarah adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari berbagai peristiwa atau kejadian penting dalam kehidupan manusia pada masa yang telah lampau"
Secara garis besar pandangan-pandangan tentang gerak sejarah sejak zaman Yunani Kuno sampai sekarang ini ada beberapa macam, untuk lebih jelasnya simak penjelasan dibawah ini :
1). Hukum Fatum

Menurut hukum fatum (nasib), nasib atau hukum alam adalah kekuatan tunggal yang menentukan gerak sejarah. Manusia hanya mengikuti hukum alam tapi tidak menentukan arah dan gerak sejarah. Jadi sekiranya hukum fatum itu adalah hukum alam. Menurut hukum fatum, cara hidup yang baik adalah mengikuti hukum alam (amor fati) dengan hidup sesuai hukum alam, manusia terhindar dari kecemasan, ketakutan, dan penderitaan. Pandangan hukum fatum ini mengisyaratkan 3 hal, yaitu :
a). Sejarah manusia tidak mempunyai arah atau tujuan tertentu karena manusia itu pasif dan hanya menjalankan nasibnya serta manusia dianggap tidak memiliki harapan, cita-cita, atau tujuan hidup.
b). Sebagaimana benda langit mengikuti siklus atau perputaran tertentu (selalu berulang), demikian juga gerak sejarah manusia akan selalu berulang. Hukum alamlah yang membuat peristiwa berulang (l'histoire se repete).
c). Karena selalu terulang, itu juga berarti tidak ada yang baru dan tidak ada yang berubah dalam sejarah manusia. Gerak sejarah tanpa tujuan dan selalu berulang disebut gerak sejarah siklis atau gerak sejarah melingkar.
2). Pandangan Renaisans dan zaman Pencerahan

Menurut pandangan ini, manusia adalah penggerak sejarah, yang bertujuan mewujudkan perubahan dan kemajuan. Para pemikir Renaisans yang dipelopori kaum humanis ini percaya bahwa rasio dapat melakukan segalanya dan lebih penting daripada iman akan tuhan. Selain percaya akan kemampuan intelektual, kaum humanis juga menekankan pentingnya perubahan-perubahan sosial, politis, dan ekonomis. Pandangan bahwa sejarah manusia di dunia ini penting dan rasio manusia menentukan gerak sejarah dan nasibnya sendiri mencapai puncaknya pada abad ke-18 di Eropa, pada zaman yang disebut Zaman Pencerahan atau Aufklarung (tahun 1650-1700).
Semboyan "Sapere Aude" yang berarti Beranilah Berpikir Sendiri! menjadi semboyan yang terkenal pada zaman ini. Kebahagiaan dan kemajuan manusia adalah tujuan gerak sejarah, dan manusia aktif mewujudkan tujuan itu. Gerak sejarah menuju kemajuan dan kesempurnaan manusia yang sering disebut gerak sejarah linear. Gerak sejarah linear sulit dibedakan dengan gerak sejarah spiral karena mengandung makna yang sama, yaitu bahwa gerak sejarah adalah gerak perubahan terus-menerus dari keadaan yang kurang sempurna dalam hidup manusia. Contoh gerak sejarah linear atau spiral :
Berburu dan meramu tingkat sederhana => Berburu dan meramu tingkat lanjut => Bercocok tanam => Perundagian.
3). Pandangan Ibnu Khaldun
\
Pendapat Ibnu Khaldun yang seorang filsuf besar dari Arab, yaitu :
a).  Tujuan sejarah manusia adalah terpenuhinya harapan dan cita-cita manusia di dunia ini, atau singkatnya kemajuan dan perkembangan hidupnya.
b).  Dengan demikian, manusia adalah penggerak sejarah, akal budi manusia yang dianugerahkan Tuhan memungkinkan manusia merencanakan dan menggerakkan sejarah demi perubahan, kemajuan dan perkembangan hidupnya.
Ibnu Khaldun memandang manusia sebagai makhluk yang otonom, artinya dianugerahi kebebasan untuk menentukan arah dan perjalanan hidupnya sendiri. Kebalikannya, heteronom artinya perjalanan hidup manusia dikendalikan oleh kekuatan-kekuatan yang berasal dari luar dirinya (determanistik), yaitu alam sekitar dengan segala isinya ataupun kekuatan lain seperti kekuasaan Tuhan.
4) Pandangan Materialisme-Historis

Pandangan yang merupakan inti dari aliran Marxisme menyatakan bahwa sejarah manusia itu digerakkan oleh pertentangan antara kaum Proletariat  (kaum buruh) yang tidak memiliki sarana-sarana produksi (tanah, mesin, modal) dan kelas kapitalis yang menggunakan sarana produksi. Pertentangan itu dimenangkan oleh kaum Proletariat, yang ditandai dengan dihapusnya kepemilikan pribadi atas sarana-sarana produksi dan terciptanya masyarakat tanpa kelas.
Manusia dalam Konsep Ruang dan Waktu dalam Sejarah

Perjuangan ke arah kemajuan dan kesempurnaan itu disebut sebuah proses karena perjuangan itu berlangsung atau berjalan secara dinamis dalam ruang dan waktu. Manusia, ruang, dan waktu tidak dapat dipisahkan. Setiap peristiwa sejarah (event) yang dialami manusia pada masa lampau berlangsung dalam ruang (space) dan waktu (time) tertentu.
Konsep waktu dalam sejarah mencakup empat hal pokok berikut ini :

1). Perkembangan.
Artinya suatu keadaan masyarakat dalam suatu periode tertentu dalam sejarah berkembang dari dan disebabkan oleh kondisi yang terjadi sebelumnya, tidak muncul begitu saja, atau berdiri sendiri. Dalam hal perkembangan, sejarah akan melihat dan mencatat peristiwa yang menunjukkan terjadinya perubahan dalam masyarakat dari satu bentuk ke bentuk yang lain, biasanya dari bentuk yang sederhana ke bentuk yang lebih kompleks.
2). Kesinambungan.
Artinya suatu kondisi terkadang tidak melahirkan kondisi baru, melainkan tetap diwariskan atau diteruskan karena dianggap baik oleh suatu masyarakat. Dengan kata lain, kondisi tersebut, misalnya praktik sosial tertentu, menunjukkan terjadinya kesinambungan (kontinuitas).
3). Pengulangan.
Artinya fenomena yang pernah terjadi sebelumnya terulang kembali pada sesudahnya dan masa sekarang. Jadi, pengulangan tidak berarti peristiwanya berulang, melainkan fenomena nya saja. Sebuah peristiwa sejarah itu unik, tidak dapat diulang atau hanya terjadi sekali, dan tidak ada lagi peristiwa lain yang sama persis dengan peristiwa yang terjadi pada waktu tertentu. Inilah yang dimaksud pengulangan itu.
4). Perubahan.
Artinya masyarakat membentuk praktik yang baru dan berbeda sama sekali dengan praktik sebelumnya. Hal itu terjadi karena praktik lama dinilai tidak memadai lagi atau ketinggalan zaman untuk menunjang kemajuan dan tata kehidupan.
Konsep Kausalitas dalam Sejarah

Ada hubungan sebab-akibat (kausalitas) atau saling memengaruhi antara peristiwa sebelumnya dan peristiwa setelahnya/sesudahnya. Hubungan sebab-akibat dan saling memengaruhi itu dikaji perkembangannya dari waktu ke waktu. Ada dua jenis sebab-akibat terjadinya peristiwa yaitu sebab-akibat secara langsung dan sebab-akibat secara tidak langsung. Yang jelas peristiwa sejarah terjadi karena lebih dari satu sebab, entah langsung atau tidak langsung. Setiap faktor penyebab tidak berkontribusi secara setara atau sama terhadap terjadinya peristiwa itu.
Sejarah sebagai Ilmu

Menurut Kuntowijoyo, ciri-ciri sejarah sebagai ilmu itu adalah, sebagai berikut :
1). Sejarah itu mempunyai objek.
Kajian objeknya adalah kehidupan manusia pada masa lampau. Selain manusia, objeknya juga adalah waktu. Jadi sejarah, memiliki objek sendiri yang tak dimiliki ilmu lain secara khusus.
2). Sejarah itu empiris.
Empiris dalam bahasa yunani adalah empiria yang berarti pengalaman. Artinya sejarah bersandar pada pengalaman manusia yang sebenarnya entah pengalaman indrawi maupun pengalaman batiniah (kepercayaan, nilai, norma, etos, pandangan hidup, dll).
3). Sejarah mempunyai metode.
Artinya sejarah mempunyai metode tersendiri (metode sejarah) yang berfungsi sebagai panduan penilitian. Metode ini mempunyai lima tahapan yang tidak dapat dipisah-pisahkan, yakni pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi.
4). Sejarah mempunyai generalisasi.
Artinya generalisasi berasal dari bahasa inggris general, yang berarti umum. Dengan demikian, generalisasi berarti suatu kesimpulan yang bersifat umum atau menyeluruh terhadap suatu gejala atau informasi berdasarkan fakta atau data yang ada.
Selain sejarah sebagai ilmu, terdapat pula konsep yang lain, yaitu :

1). Sejarah sebagai Peristiwa.
Artinya adalah peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau. Namun, tidak semua peristiwa yang terjadi pada masa lampau dapat dikatakan sebagai peristiwa sejarah. Peristiwa yang telah terjadi di masa lampau baru dapat dikatakan sebagai peristiwa sejarah jika memiliki syarat-syarat tertentu, yaitu Objektif dan Penting.
a). Objektif : Bahwa peristiwa itu didukung oleh fakta sejarah yang dapat menunjukkan bahwa suatu peristiwa benar-benar terjadi, jadi bukan peristiwa rekaan atau hasil imajinasi.
b). Penting  : Peristiwa yang terjadi itu mempunyai arti penting terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta terhadap kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.
2). Sejarah sebagai Kisah.
Artinya sejarah sebagai kisah adalah kejadian masa lalu yang diungkapkan kembali berdasarkan penafsiran sejarawan yang dapat dipertanggungjawabkan.
3). Sejarah sebagai Seni.
Artinya sejarah sebagai seni mempunyai hubungan erat dengan cara penyampaian secara tertulis kisah sejarah itu. Sejarah memperlukan intuisi dan imajinasi, melibatkan emosi, serta menggunakan gaya bahasa yang khas.
Sifat Ilmu Sejarah
1). Diakronis.
Artinya melintasi perjalanan waktu. Ilmu sejarah itu diakronis, berarti topik yang dibahas didalamnya adalah peristiwa-peristiwa yang melintasi perjalanan waktu, yaitu dari masa dulu, sekarang, dan depan.
2). Idiografis.
Artinya bahwa sejarah selalu menggambarkan, menceritakan, dan memaparkan sesuatu yang bersifat unik, karena setiap peristiwa tidak dapat diulang atau terjadi hanya sekali, dan tidak ada peristiwa yang sama persis dengan peristiwa itu di tempat dan waktu yang berbeda.
3). Verifikatif
Artinya hasil penelitian dalam sejarah dapat diuji kebenarannya oleh siapa pun, terutama oleh orang yang memahami dengan baik peristiwa yang menjadi objek penelitian.
4). Empiris
Artinya sejarah bersandar pada pengalaman manusia yang sebenarnya entah pengalaman indrawi maupun pengalaman batiniah (kepercayaan, nilai, norma, etos, pandangan hidup, dll).
Manfaat Mempelajari Sejarah
Ungkapan-ungkapan orang besar pada zamannya tentang sejarah berikut ini :
1). Ir. Soekarno (Presiden Pertama Indonesia)
Ia mengatakan "Jangan sekali-kali melupakan sejarah karena bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat memahami sejarahnya sendiri. Sebab jika tidak, bangsa tersebut akan menjadi bangsa yang kecil sehingga tidak mungkin menjadi bangsa yang besar" yang sekarang lebih dikenal dengan ungkapan "Jas Merah, Jangan sekali-kali melupakan sejarah"
2). Winston Churchill (Mantan Perdana Menteri Inggris Semasa PD II)
Ia mengatakan "Satu-satunya hal yang kita pelajari dari sejarah adalah bahwa kita tidak benar-benar belajar darinya"
3). Ibnu Khaldun (Filsuf Besar dari Arab)
Ia mengatakan "Dengan sejarah kita mengenal bangsa-bangsa terdahulu terutama segi moral politik para penguasa"
 

4). Cicero (Orator Zaman Romawi)
Ia mengatakan "Sejarah adalah guru kehidupan (Historia Magistra Vitae)"
 
Dengan demikian, mempelajari sejarah itu lebih dari sekedar mengetahui hal-hal yang terjadi pada masa lalu, apalagi menghafal peristiwa dan angka-angka belaka. Sejarah adalah guru kehidupan. Sejarah menjadi guru kehidupan karena sejarah mengandung pelajaran-pelajaran moral dan politik, sejarah membuat kita mengenal bangsa-bangsa lain secara lebih dekat, sejarah memperkokoh identitas kita sebagai bangsa, dan sejarah membantu kita berpikir holistik dan multiperspektif dalam memandang suatu peristiwa.